Tahapan wawancara terstruktur mencakup: penentuan tema yang fokus, penentuan narasumber yang kredibel, perancangan daftar pertanyaan terbuka (menghindari pertanyaan yang hanya dijawab 'ya' atau 'tidak'), pemilihan lokasi dengan latar yang tenang, serta pengecekan pencahayaan wajah dan kejernihan audio sebelum merekam.
AA. TEKNIK TALKING HEAD
Format di mana presenter berbicara langsung menghadap lensa kamera (direct to camera). Aspek kunci yang dinilai:
- Arah tatapan mata lurus menatap tepat ke lubang lensa kamera, bukan memandang ke layar monitor ponsel.
- Posisi postur tubuh tegak, rileks, dan percaya diri.
- Pengaturan headroom dan looking room yang presisi.
- Intensitas pencahayaan wajah yang merata tanpa bayangan tajam.
- Artikulasi vokal yang jelas dan bersemangat.
AB. AKTIVITAS PRAKTIK 1: PENGUASAAN 10 SHOT
Setiap siswa wajib merekam 10 potongan bidikan mandiri di area sekolah dengan komposisi:
- Establishing Shot (Pengenal lokasi)
- Wide Shot (Aktivitas luas)
- Medium Long Shot (Setengah badan lutut)
- Medium Shot (Batas pinggang)
- Medium Close Up (Batas dada)
- Close Up (Wajah penuh)
- Extreme Close Up (Detail tekstur mata/benda)
- Low Angle Shot (Kesan megah)
- High Angle Shot (Kesan ruang bawah)
- Moving Shot (Gerakan pan/tracking stabil)
AC. AKTIVITAS PRAKTIK 2: MERANCANG SEKUEN KANTIN
Merekam alur cerita "Membeli Minuman di Kantin" menjadi minimal 8 shot terpisah tanpa rekaman panjang: (1) Suasana kantin ramai, (2) Siswa melangkah datang, (3) Memandang etalase kulkas, (4) Membuka pintu kulkas, (5) Mengambil kaleng minuman dingin, (6) Menyerahkan uang ke penjaga kantin, (7) Membawa kaleng menuju meja, (8) Duduk dan meminumnya dengan riang.
AD. AKTIVITAS PRAKTIK 3: STORYBOARD TO SHOOTING
Siswa merancang 8 panel storyboard di kertas bertema "Langkah Menuju Prestasi", kemudian melakukan pengambilan footage secara disiplin dan presisi sesuai dengan apa yang telah digambar pada sketsa.
AE. AKTIVITAS PRAKTIK 4: SIMULASI WAWANCARA PASANGAN
Bekerja berpasangan (satu siswa sebagai pewawancara/juru kamera dan satu siswa sebagai narasumber) memproduksi rekaman wawancara berdurasi 1 sampai 2 menit bertema "Hobi dan Inspirasiku" dengan fokus utama penilaian pada kestabilan frame, kelembutan cahaya wajah, dan kejernihan artikulasi vokal.
AF. PROYEK VIDEO FUNDAMENTAL: "SEHARI DI SEKOLAH"
Setiap kelompok memproduksi paket bahan rekaman mentah (raw footage) berdurasi 1 sampai 2 menit yang mendokumentasikan denyut kehidupan sekolah.
Persyaratan Portofolio Bahan Mentah:
- Wajib didahului dengan lembar Shot List tertulis.
- Memuat keragaman ukuran shot: Establishing, Wide, Medium, Close Up, dan Extreme Close Up.
- Menerapkan variasi sudut pandang: Eye Level, Low Angle, dan High Angle.
- Memuat perpaduan A-Roll (wawancara singkat) dan B-Roll (aktivitas pendukung).
- Memuat rekaman suara latar autentik (ambient sound).
AG. PROYEK PRODUKSI TAHAP AWAL: "PROMOSI EKSTRAKURIKULER"
Kelompok menjalankan alur pra-produksi hingga produksi lapangan terstandar:
Brief Penugasan
↓
Brainstorming Ide
↓
Penyusunan Script Naskah
↓
Pembuatan Storyboard
↓
Penyusunan Shot List
↓
Shooting Lapangan
↓
Seleksi Footage Mentah
Bahan footage terpilih yang telah terkurasi rapi inilah yang selanjutnya menjadi bahan baku utama pada babak penyuntingan di materi video editing fundamental.
AH. RUBRIK PENILAIAN VIDEO FUNDAMENTAL
Perencanaan & Shot List : 15%
Komposisi & Framing : 15%
Keragaman Shot Size : 15%
Kestabilan Kamera : 10%
Pemilihan Sudut (Angle) : 10%
Kualitas Pencahayaan Alami : 10%
Kejernihan Audio Lapangan : 10%
Rancangan Sekuen & Alur : 10%
Kekuatan Cerita (Story) : 5%
Total : 100%
AI. TARGET KOMPETENSI PRODUKSI VIDEO
Tuntasnya babak ini memastikan siswa mampu mengeksekusi siklus pra-produksi hingga produksi secara disiplin:
IDE
↓
BRIEF
↓
SCRIPT
↓
STORYBOARD
↓
SHOT LIST
↓
SHOOTING
↓
SELEKSI FOOTAGE
Dengan bahan mentah yang terencana dan berkualitas tinggi, siswa siap melangkah ke ranah pascaproduksi pada materi berikutnya:
VIDEO EDITING FUNDAMENTAL
↓
TIMELINE
↓
CUTTING
↓
SEQUENCE
↓
AUDIO
↓
TEXT & GRAFIS
↓
COLOR ADJUSTMENT
↓
TRANSITION
↓
EXPORT

