Penggunaan warna dalam desain praktis diarahkan untuk mencapai tujuan komunikasi yang terukur:
- Primary Color: Warna dominan yang menjadi identitas utama desain (misalnya Biru).
- Secondary Color: Warna pendukung penyeimbang ruang (misalnya Putih).
- Accent Color: Warna kontras tinggi untuk menarik perhatian khusus (misalnya Kuning) yang diaplikasikan pada tombol CTA, label harga, atau teks highlight.
- Contrast: Keterbacaan bergantung pada kontras. Pastikan latar belakang gelap dipadukan dengan teks terang, atau sebaliknya.
- Color Psychology: Warna membangkitkan respons emosional tertentu: merah memberi kesan berani/urgensi, hijau merepresentasikan kesegaran/lingkungan, biru memancarkan profesionalisme/kepercayaan, dan kuning memicu antusiasme/keceriaan. Penerapan makna warna harus tetap disesuaikan dengan konteks budaya dan audiens.

