Komposisi adalah teknik mengatur susunan elemen visual di dalam batas bingkai (frame) agar foto memiliki daya tarik estetis, keteraturan, dan kejelasan pesan:
- Rule of Thirds: Panduan membagi kanvas menjadi sembilan bagian yang sama menggunakan dua garis horizontal dan dua garis vertikal. Titik pertemuan garis tersebut adalah area paling kuat secara psikologis untuk meletakkan subjek utama:
┌─────┬─────┬─────┐
│ │ │ │
├─────┼─────┼─────┤
│ │ │ │
├─────┼─────┼─────┤
│ │ │ │
└─────┴─────┴─────┘
- Center Composition: Menempatkan subjek utama tepat di titik tengah bingkai. Sangat efektif untuk menonjolkan subjek tunggal, foto potret formal, atau objek arsitektur simetris.
- Symmetry: Memanfaatkan keselarasan cermin antara sisi kiri dan kanan bidang gambar, misalnya pada lorong gedung sekolah, deretan tiang, pintu gerbang, atau pantulan air.
- Leading Lines: Menggunakan elemen garis nyata atau tersirat di lingkungan (jalan setapak, pagar, jajaran anak tangga, koridor sekolah) untuk menuntun mata pemirsa menuju subjek utama.
- Framing (Natural Framing): Memanfaatkan elemen lingkungan di sekitar subjek (bingkai pintu, daun pepohonan, celah jendela, atau gapura) sebagai bingkai alami yang mengunci perhatian pada objek utama.
- Negative Space: Memberikan porsi ruang kosong yang luas di sekeliling subjek utama untuk menciptakan kesan minimalis, elegan, dan memberi subjek ruang bernapas visual.
![alt text]/image-10.png

