Warna memegang peranan krusial dalam komunikasi visual karena mampu menarik perhatian, membedakan kategori informasi, membangun identitas jenama (branding), menciptakan suasana (mood), serta mempertegas hierarki.
Tiga atribut dasar warna yang harus dipahami adalah:
- Hue: Karakter murni atau nama dari jenis warna itu sendiri, seperti merah, biru, hijau, atau kuning.
- Saturation: Tingkat intensitas atau kemurnian warna. Saturasi tinggi menghasilkan warna yang cerah dan mencolok, sedangkan saturasi rendah membuat warna memudar mendekati skala abu-abu (grayscale).
- Brightness / Value: Nilai terang atau gelapnya suatu warna yang dipengaruhi oleh campuran unsur putih (tint) atau hitam (shade).
Dalam aplikasinya, warna disusun menggunakan kombinasi harmonis:
- Monochromatic: Menggunakan kombinasi variasi terang-gelap dari satu rumpun warna dasar yang sama.
- Analogous: Memadukan warna-warna yang letaknya bersebelahan pada roda warna (color wheel).
- Complementary: Menggunakan pasangan warna yang posisinya saling berseberangan langsung pada roda warna untuk menciptakan kontras tinggi.
- Contrast: Kunci utama keterbacaan pesan. Teks hitam di atas latar belakang putih memberikan tingkat keterbacaan yang sempurna, sedangkan teks berwarna kuning muda di atas latar putih sangat sulit dibaca dan harus dihindari.


