Kualitas sebuah produk multimedia tidak hanya ditentukan oleh aspek visual. Kualitas tata suara (audio design) justru menjadi penentu utama kenyamanan penonton dalam menikmati video.
Elemen-elemen audio dalam produksi video meliputi:
- Voice: Suara vokal manusia, seperti tuturan presenter, narasumber wawancara, dialog pemeran, atau pengisi suara (voice over).
- Music: Musik ilustrasi atau lagu latar yang berfungsi membangun suasana emosional (mood), dengan catatan intensitas volumenya tidak boleh menenggelamkan suara vokal utama.
- Sound Effect (SFX): Efek suara buatan yang mendukung aksi atau kejadian visual tertentu, seperti derit pintu, langkah kaki, denting bel sekolah, atau desing kendaraan.
- Ambient Sound: Suara latar alami lingkungan sekitar lokasi pengambilan gambar, seperti gemerisik dedaunan, riuh siswa di lorong sekolah, rintik hujan, atau kicau burung.
- Noise: Suara bising yang tidak diinginkan yang berpotensi merusak kualitas rekaman, seperti desau angin kencang pada mikrofon, dengung kipas angin, deru mesin knalpot, atau obrolan orang di luar adegan.
Prinsip dasar tata kelola audio yang wajib dipatuhi:
Audio Utama > Musik Latar
Saat talent atau narator sedang berbicara, suara vokal harus terdengar jernih, dominan, dan tidak boleh bertabrakan dengan volume instrumen pengiring.


